Refleksi Hari Lahir Pancasila


Refleksi hari lahir Pancasila.
(1) Keuangan Yang Maha Kuasa;
(2) Kemanusiaan Yang Jahil dan Biadab;
(3) Persatuan Hedonesia;
(4) Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Nafsu Mencari Jabatan Demi Memuaskan Kroninya;
(5) Keadilan Sosial Bagi Semua Yang Membayar.

Itulah yang saya rasakan semenjak saya terlahir di bumi bernama Indonesia (yang sering dibaca Endonesa) dan mulai bisa membedakan hal yang baik dan buruk (bc: usia baligh) tentang eksistensi Pancasila di Indonesia selama ini. Bahkan sampai detik ini pun, saya juga tidak merasa ada perubahan dari kelima hal di atas.

Pancasila yang menyatakan bahwa:

Satu, Ketuhanan Yang Maha Esa
Dua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Tiga, Persatuan Indonesia
Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Lima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

rasa-rasanya belum pernah kurasakan seperti yang didengung-dengungkannya. Apa anda merasakan hal yang sama? Apakah Pancasila sejak lahirnya sudah bisa beraksi sesuai apa yang dikatakannya?


(NB: ngomong2 soal Hari Lahir Pancasila, siapa yang ya yang melahirkan dan di rumah sakit mana ya lahirnya?) :D *peace…

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

6 Tanggapan

  1. di blitar tiap 1juni ada acara grebek pancasila lo, buat memperingati ini..

    • @Adi: Sampai segitunya ya? :-s kok 1 Juni?

  2. nda tau mas, begitu saya lahir, tau2 masuk sekolah, sudah ada aja tuh Pancasila.. :D

    • @Mabruri: Wkwkwkwkwkwk. Iya e…

  3. untuk menjawab pertanyaan ini:
    apakah pancasila sejak lahirnya sudah bisa beraksi sesuai apa yang dikatakannya?

    maka saya kutipkan apa yg dikatakan oleh cak nun pada tahun 90an dulu:
    pancasila adalah ruh yang menunggu badannya tiba.

    • @Mhd: Nah itu dia mas…
      krn pancasila selama ini tidak memiliki satu contoh teladan nyata, jd sulit untuk direalisasikan krn terlalu abstrak.
      tidak seperti ideologi2 lain dan prinsip2 hidup lain yg jelas2 memiliki contoh nya

      sebutlah Komunis punya contoh dr ‘Nabi’nya Mao Tse Tung, Kristen punya Yesus atau Paus. Islam punya RAsulullah Muhammad SAW, dst…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.910 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: