Menagih Janji Surya Paloh

surya paloh 02

“Bila ada kader tersangkut korupsi, tidak layak Partai Nasdem dipertahankan!” tegas Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh usai membuka pembekalan caleg di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Senin (3/6/2015) silam. (Tribunnews.com) Baca lebih lanjut

Saleh Intelektual Personal Dengan Saleh Perilaku Sosial

Setelah makan siang pada Rabu (28/10) di Warung Seng daerah Gondangdia, saya ngobrol bareng rekan-rekan kantor tentang korelasi kesalehan intelektual personal dengan kesalehan perilaku sosial seorang karyawan/pegawai di suatu perusahaan. Sampai obrolan rampung, belum ada kesimpulan dari hasil obrolan. Tetapi ada pernyataan dari kawan saya pada studi kasus salah seorang rekan kami di kantor bahwa kesalehan intelektual personal tidak menjamin kesalehan perilaku sosial. Pendapatnya itu tak dibantah oleh yang lain. Baca lebih lanjut

Airin Rachmi Diany, Siapakah Dia?

Airin Rachmi Diany

Airin Rachmi Diany

Airin Rachmi Diany, Siapakah Dia?

Google Trend dalam sepekan terakhir (2 – 9 Oktober 2013) mencatat ada 7 kata kunci (keyword) pencarian yang mendominasi situsnya. Ada beberapa kata kunci yang banyak dicari orang-orang di Indonesia melalui situs mesin pencari Google Indonesia, yaitu kata: Airin Rachmi Diany, Ratu Atut, Akil Mochtar, Adjie Pangestu, Nikita Mirzani, narutobleachlover, dan samsung galaxy core.

Ketiga nama teratas yang menghiasi Google Trend itu sebelumnya tidak saya kenal. Lagi-lagi karena media yang melakukan repetisi atas tayangan-tayangan tentang mereka, sedikit banyak saya mulai tahu siapa mereka. Meskipun lebih banyak sisi negatifnya daripada sisi positif ketiga nama teratas. Siapakah mereka? Baca lebih lanjut

SBY: Uang Negara Kami Rampok!

Uang Negara Dirampok atau Uang Negara Kami Rampok?

Uang Negara Dirampok atau Uang Negara Kami Rampok?

SBY: Uang Negara Kami Rampok!

Apa tanggapan Anda saat membaca headline koran nasional yang saya potret beberapa waktu lalu tersebut? :D

Sebelum memberikan tanggapan panjang atau pendek, aku ingin menyampaikan beberapa contoh kasus korupsi yang terjadi di Indonesia sebagai berikut: Baca lebih lanjut

Korupsi ala Tukang Parkir

(foto ini terinspiras dari pameran fotografi di Balai Soejatmoko)

Parkir Rp 500 atau Rp 1000 ?

Korupsi ala Parkir

Sekitar dua pekan lalu, aku ke Solo Square (sebuah mall di kota Solo). Aku memarkirkan motor di luar gedung (bukan di dalam mall). Oleh petugas parkir, aku diberi selembar karcis berlogo pemkot Surakarta (nama resmi kota Solo dalam administratif) dan coretan nomor plat motor yang kuparkir.

Sekarang atau nanti pak?” tanyaku kepada petugas parkir bermaksud menanyakan apakah parkirnya dibayar sekarang atau nanti setelah selesai parkir.

Sekarang mas,” jawabnya singkat dengan bahasa Jawa logat Solo yang khas.

Berapa?” tanyaku kepada petugas tersebut, sengaja.

Seribu,” jawabnya lagi.

Kuambillah dari saku celana selembar uang seribu rupiah lalu kuserahkan kepada petugas.

Setelah menyerahkan uang seribu rupiah tersebut, aku tersenyum sendiri. Namun senyumku ini bukan karena aku gila atau gejala gila. Aku tersenyum karena merasakan hal yang tidak sesuai pada materi diskusi sebelumnya dengan tukang parkir. Baca lebih lanjut

Membuat Format Gerakan Anti Korupsi Dalam Aksi Sederhana dan Praktis

Membuat Format Gerakan Anti Korupsi Dalam Aksi Sederhana dan Praktis

 

Catatan prestasi Indonesia masih bisa dibilang berada di posisi atas dalam peringkat Negara terkorup di dunia. Kenyataan itu mau tidak mau dan suka tidak suka harus kita terima. Perubahan era dari masa kelam orde lama kemudian menjadi orde baru yang kemudian tumbang di tangan orde reformasi pun belum mampu memperbaiki peringkat Indonesia supaya bisa tinggal kelas. Fakta yang muncul justru sebaliknya, kinerja pemerintahan dan perkorupsian justru bertambah makin marak. Ada sebuah opini yang cukup mengiris hati nurani di dalam masyarakat, bahwa korupsi yang terjadi dahulu dilakukan di bawah meja, namun korupsi yang Terjadi sekarang justru dilakukan dengan membawa mejanya sekaligus. Entah ungkapan itu benar atau tidak penulis kurang bisa membuktikan, karena penulis bukanlah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hanya saja, fakta yang ada di dalam berita menyebutkan bahwa sekarang ini sudah Banyak sekali kepala daerah dan anggota dewan perwakilan daerah yang sudah meringkuk di penjara atas kasus korupsi berjamaah.

Aneh memang, dan sungguh memang aneh sekali. Indonesia yang bermoralkan Pancasila yang konon sangat mengedepankan kejujuran seolah tak ada bekasnya. Pelajaran dan penataran P-4 yang dilakukan dan diwajibkan kepada hampir seluruh rakyat Indonesia ternyata tidak mampu mencetak manusia yang bermoral.

Tak hanya itu, fakta agama Islam yang dipeluk oleh mayoritas rakyat Indonesia ternyata tak mempan menangkis virus korupsi ini. Pendidikan akhlak dan moral Pancasila hanya menjadi lip service belaka. Pendidikan akhlak dan moral hanya menjadi sebuah wacana dan pelajaran semata. Lantas siapakah yang harus disalahkan? Baca lebih lanjut

Kami Anti Korupsi !! Sumpeh loe?

Kami Anti Korupsi !!  Sumpeh loe?

Aku Malu Korupsi

Aku Malu Korupsi

Konon, Indonesia merupakan negara terkorup nomor satu diantara negara-negara di seluruh Asia[1]. Dan seringkali pun, telunjuk langsung kita arahkan kepada lembaga-lembaga pemerintah dan legislatif serta para pejabatnya. Memang tidaklah salah, karena memang menurut penilaian sebuah lembaga, lembaga-lembaga pemerintah memang merupakan pencipta koruptor terbesar di Indonesia[2]. Kita semua sering dibuat malu oleh predikat negara terkorup itu dan predikat juara terkorup. Saat ada kasus terbongkarnya kasus-kasus korupsi pun kita seringkali ikut pula mengolok-olok dan tidak menutup peluang ikut mencaci para koruptor-koruptor itu.

Namun, terlepas dari kebobrokan mereka dan kesalahan mereka, tak salah lah jika kita melihat diri kita terlebih dahulu. Sudahkan kita terbersih dari perilaku korupsi-korupsi itu? Kecil atau besar tindak korupsi yang kita lakukan, adalah cerminan bahwa kerusakan moral dan akhlak bangsa ini sedikit banyak merupakan partisipasi kita pula. Oleh karenanya, sungguh luar biasa jika kita pun selalu merevisi dan memperbaiki diri kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Korupsi atau di dalam Islam ada yang menyebut riswah atau ghulul, bisa terjadi kapan dan dimana saja dan oleh siapa saja tanpa melihat profesinya. Seorang pegawai, pengusaha, pejabat, sampai pedagang asongan pun bisa dan berpotensi melakukan tindak korupsi. Bahkan, secara sengaja atau tidak disengaja, mungkin kita telah terjerembab dalam per-korupsian itu. Na’udzubillah wa astaghfirullah.

Saya contohnya. Saya merupakan seorang karyawan atau pegawai di sebuah kantor pemasaran (perusahaan). Pada sela-sela waktu kerja, tak jarang saya membuka account Facebook, Yahoo Massenger, dan website untuk menuliskan tulisan-tulisan tertentu di dalamnya. Tak jarang pula, aku memanfaatkan waktu-waktu kosong untuk menuliskan sebuah artikel atau tulisan tertentu atau hal-hal lain. Artikel yang kutulis inipun kutulis di sela-sela jam kerja di kantor. Terkadang bahkan sering, aku merasa bahwa hal ini tidaklah tepat, sekalipun pada saat itu aku sedang tidak memiliki tugas yang berkenanan dengan pekerjaanku. Sekalipun atasanku mengizinkan aku untuk ber FB atau YM ria asalkan pekerjaan bisa selesai, aku masih merasa bersalah. “Apakah ini juga bagian dari mental seorang koruptor?” pikirku. Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 3.035 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: